EJAK munculnya kasus kejahatan di angkutan umum, kini Pemda DKI Jakarta, khususnya Dinas Perhubungan, gencar merazia angkutan umum yang menggunakan kaca film di terminal-terminal.
Kaca film, sebenarnya bagian dari asesoris kendaraan, yang memiliki berbagai manfaat. Semula kaca film dipasang pada rumah-rumah atau gedung perkantoran, agar tidak silau atau panas akibat matahari yang masuk langsung tanpa adanya filter.
Dalam perkembangannya, kaca film digunakan pada kendaraan, mulai dari mobil pribadi hingga angkutan umum, dan kini kaca film telah menjadi bagian dari asesoris kendaraan.
Fungsi kaca film yang utama adalah sebagai penyeleksi gelombang spectrum matahari. Saat ini kaca film yang baik mampu mentransmisikan hingga 73,4% (VLT) cahaya sehingga pandangan tetap jernih. Sekaligus menolak sinar Ultra Violet (UV) hingga 99,9% dan panas Infra Merah (IR) hingga 99,0%. Tentunya, kualitas dari kaca film ini tergantung merek dan harga jualnya.
Penggunaan kaca film dalam kendaraan tidak mengganggu sinyal dari handphone maupun GPS, serta bermanfaat untuk memantulkan sinar matahari maupun berbagai gelombang spektrum matahari, serta membuat nyaman penumpang di dalamnya.
Penggunaan kaca film memungkinkan masuknya cahaya secara alami dan maksimum, sehingga panas tidak tersimpan di dalam kabin kendaraan. Dampak dari masuknya sinar infra merah, ultra violet yang tidak diantisipasi dengan filter berupa kaca film, dapat menimbulkan pudarnya warna pada bagian kabin kendaraan, seperti pada jok. Sedangkan dampak kesehatanya adalah gangguan penglihatan serta kanker kulit.
Ada beberapa tips dalam memilih kaca film untuk mobil Anda, diantaranya :
1.Jangan memilih kaca film yang terlalu gelap, cukup yang 50 persen saja. Ini agar penumpang tidak silau saat keluar dari kendaraan saat cuaca terik. Perbedaan cahaya yang sangat ekstrem di luar dan di dalam mobil, membuat mata cepat lelah dan sakit.
2.Gunakanlah kaca film dua arah. Karena kaca film satu arah, akan menghalangi pandangan orang dari luar kendaraan. Orang menggunakan kaca film satu arah, umumnya beralasan agar lebih privasi. Padahal bila terjadi kejahatan di dalam kendaraan, orang di luar tidak akan melihatnya, dan ini tentu berbahaya.
3.Pilihlah kaca film yang dapat merekat kuat pada kaca kendaraan. Sebab bila mudah terkelupas, tamplian kaca menjadi tidak bagus, dan buram.
4.Beberapa produk kaca film sekarang ini, mampu menahan goresan dari benda tajam, serta melindungi kaca dari hantaman benda tumpul. Serta menahan kaca mobil yang pecah untuk tidak buyar pecahannya, sehingga penumpang terlindungi.
5. Dalam memilih kaca film, dan Anda kurang memahaminya, tidak ada salahnya tanya dulu pada ahlinya, sebelum membeli dan menggunakannya. (dari berbagai sumber/bambang)
Kamis, 27 Oktober 2011
Selasa, 08 Maret 2011
Tantangan Yaris HSD Tantangan Yaris HSD
Toyota memperkenalkan Yaris hybrid terbaru di Geneva Motor Show yang diberi nama Yaris HSD sekaligus menjadi hybrid pertama di kelasnya. Di Eropa kelas yang di huni Yaris dikenal dengan nama B-Segment dan merupakan pasar terbesar di Eropa.
Menempatkan Hybrid Synergy Drive (HSD) ke kendaraan berukuran kecil seperti Toyota menjadi tantangan tersendiri bagi para insinyur Toyota. Semua komponen hybrid dan baterai harus bisa terpasang dengan presisi di dalam body Yaris yang kompak, tanpa mengorbankan kualitas dan peforma, atau mengurangi ruang kabin atau kargo.
HSD sebelumnya dipakai kendaraan Toyota yang lebih besar dari Yaris, seperti Prius dan Auris yang berbasis Corolla. Atap Yaris HSD juga dilapisi solar cell untuk memanen listrik yang digunakan untuk mengoperasikan sistem ventilasi udara.
Versi produksi Yaris Hybrid akan diluncurkan di seluruh Eropa pada paruh kedua 2012. Yaris Hybrid akan diproduksi di Valenciennes di Prancis.
Toyota juga menampilkan sportscar Toyota FT-86 II Concept yang memiliki dimensi panjang 4.235mm, lebar 1.795mm dan tinggi 1.270mm dengan wheelbase 2.570mm. Model ini tampil dengan sosok yang futuristik dan menjanjikan.
Menempatkan Hybrid Synergy Drive (HSD) ke kendaraan berukuran kecil seperti Toyota menjadi tantangan tersendiri bagi para insinyur Toyota. Semua komponen hybrid dan baterai harus bisa terpasang dengan presisi di dalam body Yaris yang kompak, tanpa mengorbankan kualitas dan peforma, atau mengurangi ruang kabin atau kargo.
HSD sebelumnya dipakai kendaraan Toyota yang lebih besar dari Yaris, seperti Prius dan Auris yang berbasis Corolla. Atap Yaris HSD juga dilapisi solar cell untuk memanen listrik yang digunakan untuk mengoperasikan sistem ventilasi udara.
Versi produksi Yaris Hybrid akan diluncurkan di seluruh Eropa pada paruh kedua 2012. Yaris Hybrid akan diproduksi di Valenciennes di Prancis.
Toyota juga menampilkan sportscar Toyota FT-86 II Concept yang memiliki dimensi panjang 4.235mm, lebar 1.795mm dan tinggi 1.270mm dengan wheelbase 2.570mm. Model ini tampil dengan sosok yang futuristik dan menjanjikan.
Minggu, 06 Maret 2011
Toyota Uji Scooter Listrik?
Benarkah Toyota akan masuk ke segmen roda dua dengan meluncurkan scooter listrik? Ah...enggaklah. Itu rumor saja. Faktanya, Toyota menggunakan scooter listrik untuk menguji teknologi baterai terbarunya. Baterai yang dikembangkan dengan teknologi all-solid-state battery itu hasilnya luarbiasa.
Shinzo Kobuki, a senior Toyota managing director, in charge of Toyota’s R&D operations, menceritakan hal itu. Jenis baterai baru itu tidak disiapkan untuk kendaraan roda dua. Baterai ini adalah kunci untuk menjadikan mobil listrik sebagai produksi massal. Penghalang utama mobil listrik saat ini adalah jarak jelajah yang terbatas.
"Saya pikir, mobil listrik akan akan tersedia hanya untuk sejumlah kecil konsumen, dikawasan tertentu saja," kata Kobuki. Dia menyebutkan bahwa saat ini jarak jelajah hanya 160km atau yang sebatas kemampuan teknologi baterai lithium saat ini. Dengan kemampuan jelajah seperti itu, mobil listrik hanya cocok untuk perkotaan saja.
Toyota saat ini sedang mengembangkan baterai yang menggunakan solid electrolyte dan bukan lagi elektrolit dalam bentuk cair seperti yang dipakai di baterai Lithium-ion yang ada sekarang dan dipakai di mobil-mobil listrik saat ini.
Untuk membuat baterai ini lebih ringkas, sehingga dalam satu mobil bisa memuat lebih banyak baterai (agar jarak tempuhnya lebih jauh), Toyota menyiapkannya untuk scooter. Sebelumnya baterai itu dipakai untuk menggerakkan lampu dan kipas angin. Dan saat di coba di scooter, jarak yang ditempuh beberapak kali lipat dibandingkan menggunakan baterai Lithium ion konvensional.
Namun pengembangan ini masih dalam proses yang sangat dini. Proses pengembangan baterai baru melibatkan lebih dari 100 orang insinyur atau sekitar 4% dari total insinyur yang ada di Higashi Fuji Technical Center di Shizuoka, Jepang. Mr Kobuki menegaskan bahwa jalan untuk aplikasi komersial masih sangat panjang. Sebagai gambaran, baterai Lithium-ion yang dipakai sekarang butuh watku puluhan tahun untuk bisa mencapai tahap seperti sekarang ini. Di sisi lain, Toyota memiliki teknologi fuel-cell yang sudah cukup canggih.
Mobil fuel-cell juga menggunakan energi listrik. Bedanya, energi listrik di ciptakan langsung di mobil lewat reaksi kimia antara oksigen dan hidrogen. Dengan teknologi ini, tidak ada masalah dengan jarak tempuh, karena kemampuannya sama dengan mobil bensin konvensional. Sementara itu, dari sisi harga, yang semula sangat mahal, sekitar 1 juta dollar Amerika, harganya kini bisa dipangkas hingga setara dengan mobil Lexus yaitu berkisar 30.000 – 111.000 dolllar. Kelebihan lain, kata Kobuki, mobil listrik butuh waktu paling cepat 30 menit untuk isi ulang listrik, namun hanya butuh beberapa menit untuk mengisi hidrogen.
Shinzo Kobuki, a senior Toyota managing director, in charge of Toyota’s R&D operations, menceritakan hal itu. Jenis baterai baru itu tidak disiapkan untuk kendaraan roda dua. Baterai ini adalah kunci untuk menjadikan mobil listrik sebagai produksi massal. Penghalang utama mobil listrik saat ini adalah jarak jelajah yang terbatas.
"Saya pikir, mobil listrik akan akan tersedia hanya untuk sejumlah kecil konsumen, dikawasan tertentu saja," kata Kobuki. Dia menyebutkan bahwa saat ini jarak jelajah hanya 160km atau yang sebatas kemampuan teknologi baterai lithium saat ini. Dengan kemampuan jelajah seperti itu, mobil listrik hanya cocok untuk perkotaan saja.
Toyota saat ini sedang mengembangkan baterai yang menggunakan solid electrolyte dan bukan lagi elektrolit dalam bentuk cair seperti yang dipakai di baterai Lithium-ion yang ada sekarang dan dipakai di mobil-mobil listrik saat ini.
Untuk membuat baterai ini lebih ringkas, sehingga dalam satu mobil bisa memuat lebih banyak baterai (agar jarak tempuhnya lebih jauh), Toyota menyiapkannya untuk scooter. Sebelumnya baterai itu dipakai untuk menggerakkan lampu dan kipas angin. Dan saat di coba di scooter, jarak yang ditempuh beberapak kali lipat dibandingkan menggunakan baterai Lithium ion konvensional.
Namun pengembangan ini masih dalam proses yang sangat dini. Proses pengembangan baterai baru melibatkan lebih dari 100 orang insinyur atau sekitar 4% dari total insinyur yang ada di Higashi Fuji Technical Center di Shizuoka, Jepang. Mr Kobuki menegaskan bahwa jalan untuk aplikasi komersial masih sangat panjang. Sebagai gambaran, baterai Lithium-ion yang dipakai sekarang butuh watku puluhan tahun untuk bisa mencapai tahap seperti sekarang ini. Di sisi lain, Toyota memiliki teknologi fuel-cell yang sudah cukup canggih.
Mobil fuel-cell juga menggunakan energi listrik. Bedanya, energi listrik di ciptakan langsung di mobil lewat reaksi kimia antara oksigen dan hidrogen. Dengan teknologi ini, tidak ada masalah dengan jarak tempuh, karena kemampuannya sama dengan mobil bensin konvensional. Sementara itu, dari sisi harga, yang semula sangat mahal, sekitar 1 juta dollar Amerika, harganya kini bisa dipangkas hingga setara dengan mobil Lexus yaitu berkisar 30.000 – 111.000 dolllar. Kelebihan lain, kata Kobuki, mobil listrik butuh waktu paling cepat 30 menit untuk isi ulang listrik, namun hanya butuh beberapa menit untuk mengisi hidrogen.
Toyota Raih 6 Penghargaan di ajang Autocar Readers Choice 2011
Pasar Otomotif - Penjualan Kendaraan Komersial Toyota Cetak Peningkatan Signifikan
Jakarta - Pasar Otomotif tanah air masih terus menggeliat. Meski didera berbagai isu seperti kenaikan pajak dan pembatasan subsidi BBM, belum terlihat tanda-tanda penurunan angka penjualan.Hal ini juga dialami oleh PT. Toyota-Astra Motor, ”Penjualan kami di semua segmen masih terus meningkat secara signifikan, termasuk untuk kendaraan komersial,” kata Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan.
Dalam dua bulan terakhir atau sampai akhir Februari 2011, Toyota telah berhasil menjual 51.915 (penjualan ritel) unit kendaraan berbagai tipe atau naik sekitar 28% dibandingkan penjualan periode yang sama pada tahun lalu. ”Ini membuktikan bahwa di tengah persaingan yang semakin ketat, produk Toyota tetap menjadi pilihan konsumen. Capaian ini makin mendorong kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen Toyota”, ujar Johnny.
Di pasar kendaraan komersial, Toyota yang diwakili oleh Hilux dan Dyna berhasil mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan seiring dengan semakin kondusif nya kondisi pertumbuhan perekonomian tanah air. Februari lalu, Toyota Hilux berhasil membukukan penjualan ritel sebesar 597 unit naik 45% dibandingkan bulan sebelumnya. Tak mau ketinggalan Toyota Dyna juga mengalami peningkatan sebesar 10% dibandingkan bulan sebelumnya dengan penjualan ritel sebanyak 1.980 unit.
Menurut Johnny keberhasilan produk-produk komersial Toyota memperlihatkan performa yang menawan memberi indikasi bahwa sektor industri tanah air tengah mengalami pengembangan, ”kami bersyukur dapat memberikan kontribusi pada perkembangan industri Indonesia melalui produk-produk Toyota”
Produk-produk Sedan Toyota juga memperlihatkan performa yang meningkat apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dimana Toyota Vios (bersama Limo) berhasil mencetak angka penjualan ritel sebesar 1.147 unit dan menjadi kontributor terbanyak untuk penjualan sedan Toyota. Secara Total produk-produk sedan Toyota berhasil mencetak penjualan retail sebesar 1.546 unit atau meningkat kurang lebih 38% dari bulan sebelumnya.
Secara total pencapaian penjualan ritel Toyota selama bulan Februari 2011 berhasil mencapai angka 25.560 unit, dengan kontribusi terbesar masih datang dari Toyota Avanza yang berhasil mencetak angka penjualan retail sebesar 13.999 unit dan Toyota Kijang innova dengan 4.205 unit selama bulan Februari 2011.
Johnny yakin, jika iklim perekonomian nasional yang kondusif seperti saat ini seperti salah satunya dengan target pemerintah pada pertumbuhan di atas 6% bisa dipertahankan sepanjang 2011, pasar otomotif nasional dapat mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun pendapatan negara juga akan semakin signifikan. ”Apabila pertumbuhan ekonomi nasional dapat dipertahankan, hal ini dapat memacu kinerja industri otomotif secara signifikan,” katanya.Toyota Raih 6 Penghargaan di ajang Autocar Readers Choice 2011
Jakarta - Pasar Otomotif tanah air masih terus menggeliat. Meski didera berbagai isu seperti kenaikan pajak dan pembatasan subsidi BBM, belum terlihat tanda-tanda penurunan angka penjualan.Hal ini juga dialami oleh PT. Toyota-Astra Motor, ”Penjualan kami di semua segmen masih terus meningkat secara signifikan, termasuk untuk kendaraan komersial,” kata Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan.
Dalam dua bulan terakhir atau sampai akhir Februari 2011, Toyota telah berhasil menjual 51.915 (penjualan ritel) unit kendaraan berbagai tipe atau naik sekitar 28% dibandingkan penjualan periode yang sama pada tahun lalu. ”Ini membuktikan bahwa di tengah persaingan yang semakin ketat, produk Toyota tetap menjadi pilihan konsumen. Capaian ini makin mendorong kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen Toyota”, ujar Johnny.
Di pasar kendaraan komersial, Toyota yang diwakili oleh Hilux dan Dyna berhasil mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan seiring dengan semakin kondusif nya kondisi pertumbuhan perekonomian tanah air. Februari lalu, Toyota Hilux berhasil membukukan penjualan ritel sebesar 597 unit naik 45% dibandingkan bulan sebelumnya. Tak mau ketinggalan Toyota Dyna juga mengalami peningkatan sebesar 10% dibandingkan bulan sebelumnya dengan penjualan ritel sebanyak 1.980 unit.
Menurut Johnny keberhasilan produk-produk komersial Toyota memperlihatkan performa yang menawan memberi indikasi bahwa sektor industri tanah air tengah mengalami pengembangan, ”kami bersyukur dapat memberikan kontribusi pada perkembangan industri Indonesia melalui produk-produk Toyota”
Produk-produk Sedan Toyota juga memperlihatkan performa yang meningkat apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dimana Toyota Vios (bersama Limo) berhasil mencetak angka penjualan ritel sebesar 1.147 unit dan menjadi kontributor terbanyak untuk penjualan sedan Toyota. Secara Total produk-produk sedan Toyota berhasil mencetak penjualan retail sebesar 1.546 unit atau meningkat kurang lebih 38% dari bulan sebelumnya.
Secara total pencapaian penjualan ritel Toyota selama bulan Februari 2011 berhasil mencapai angka 25.560 unit, dengan kontribusi terbesar masih datang dari Toyota Avanza yang berhasil mencetak angka penjualan retail sebesar 13.999 unit dan Toyota Kijang innova dengan 4.205 unit selama bulan Februari 2011.
Johnny yakin, jika iklim perekonomian nasional yang kondusif seperti saat ini seperti salah satunya dengan target pemerintah pada pertumbuhan di atas 6% bisa dipertahankan sepanjang 2011, pasar otomotif nasional dapat mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun pendapatan negara juga akan semakin signifikan. ”Apabila pertumbuhan ekonomi nasional dapat dipertahankan, hal ini dapat memacu kinerja industri otomotif secara signifikan,” katanya.Toyota Raih 6 Penghargaan di ajang Autocar Readers Choice 2011
Langganan:
Komentar (Atom)

